Sabtu, 22 Mei 2010

Ulat,Kepompong dan Kupu - kupu

Suatu ketika....

Seekor ulat nampak AKAN berubah menjadi kupu-kupu,walau masih seekor ulat.
Terbang tinggi sudah dikhayalnya,walau masih seekor ulat.
Berwarna indah nampak seakan indah menghiasi tubuhnya,walau masih seekor ulat.

Manisnya sari bunga seakan terasa dilidahnya,walau masih seekor ulat.
Dicintai para manusia pecinta satwa berputar dikepalanya,walau masih seekor ulat.

Terbang....
Berwarna indah.....
Menikmati manisnya sari bunga...
Dicintai para pecinta satwa......

Semua hal indah memenuhi kepala seekor ulat.

Sampai suatu ketika....

Kupu-kupu menghinanya yang masih merayap didaun,karena masih seekor ulat.
Kupu-kupu menghinanya yang masih berwarna pudar,karena masih seekor ulat.

Kupu-kupu menghinanya yang masih makan dedaunan,karena masih seekor ulat.
kupu-kupu menghinanya yang dimusuhi pecinta tanaman,karena masih seekor ulat.

Ulatlah ulat...
Tetap ulat,meski akan tetap dapat terbang tinggi,tapi dia lupa ada proses kepompong.
Tetap ulat,meski akan tetap dapat berwarna indah,tapi dia lupa ada proses kepompong.

Tetap ulat,meski akan tetap dapat menikmati sari bunga,tapi dia lupa ada proses kepompong.
Tetap ulat,meski akan tetap dapat dicinta pecinta satwa,tapi dia lupa ada proses kepompong.


Kitalah ulat....tapi PASTI dapat terbang tinggi
Kitalah ulat....tapi PASTIi dapat berwarna indah

Kitalah ulat....tapi PASTI dapat menikmati manisnya sari bunga
kitalah ulat....tapi PASTI dapat dicintai pecinta satwa

Kepompong itu Belajar
Kepompong itu Mencoba
Kepompong itu Mengasah ilmu
Kepompong itu Berusaha
Kepompong itu Yakin
Kepompong itu Bersungguh-sungguh
Kepompong itu Sabar
Kepompong itu........sedang kita jalani dan kita PASTI akan menjadi Kupu-kupu.

Man Jadda wa jada....
'siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan Berhasil'

Saipullah Shubhi
Kebalen,22 Mei 2010.
11.41 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar